0

Laptop Jadul Delapan Tahun

Notebook Asus x201e ini saya beli delapan tahun silam, tepatnya 31 Juli 2013. Tulisan waktu saya beli bisa dibaca di sini. Alhamdulillaah selama delapan tahun pemakaian, saya merasa puas dengan notebook ini. Seingat saya, selama ini saya hampir tidak pernah membawanya ke servisan. Padahal laptop ini pernah jatuh kesenggol bapak sampe sisi-sisi badannya peyok-peyok, hehe.

Penggunaan laptop ini memang sangat standar. Saya seorang guru. Jadi saya banyak menggunakan laptop ini untuk menunjang kerjaan seperti office standar, browsing, bloging, paling pol cuma buat liat youtube. Pertama kalinya notebook ini bermasalah, sekitar Mei 2019 atau pas umur 5 tahun. Masalahnya ada pada charger laptop yang rusak. Laptop jadi cepet mati, ga bisa buat ngechas dsb. Bisa dibaca kisahnya di sini. Alhamdulillaah soal charger ini kemudian selesai setelah beli charger asli seharga 180k. Buat pembaca yang mau beli charger laptop, saya sarankan jangan sekali-kali tergiur beli charger murah di marketplace. Beneran deh daripada menyesal seperti saya….

Tahun 2020 adalah tahun yang berat buat semua orang. Ternyata tahun yang berat pula bagi si notebook ini. Semua aktivitas sekolah yang berubah menggunakan sistem online, telah menguras kinerja notebook habis-habisan. Mulai dari pembuatan modul siswa, class meeting online beberapa kali dalam sehari dsb. Barulah dia mulai tunjukkan tanda-tanda mau menyerah, wkwkw…. Laptop ini suka ngehang pas buat editing modul yang sarat dengan gambar-gambar, sering ngelag pas mengikuti class meeting online. Satu hal yang bikin kesabaran habis adalah opening windows yang luama banget, sampai bisa ditinggal mandi!

Awalnya saya berpikir karena ga kuat diinstal window 8, saya bawa ke servisan untuk didowngrade ke window 7. Rupanya itu bukanlah sebuah solusi. Sebab hanya bertahan beberapa hari saja, keluhan kembali muncul. Akhirnya mulailah saya terpikir buat ganti laptop! But, wait… harga laptop membumbung tinggi di masa pandemi. Setelah coba konsultasi ke temen, jatuhlah pada pilihan ganti hardisk ke SSD pada Januari 2021. Sekarang sudah berjalan 8 bulan sejak ganti SSD. Untuk keperluan office, alhamdulillaah tidak ada kendala yang berarti yang saya rasakan. Opening windows super ngebut, josh lah.

Bagaimana dengan urusan meeting online setelah ganti SSD? Untuk standar meeting pake zoom (sebagai peserta) masih cukup lancar. Standar ya, artinya ga bisa menggunakan fasilitas zoom kayak ganti background, dll. Ketika saya sebagai host, rupaya zoom meeting tidak selancar ketika saya hanya sebagai peserta. Apalagi ketika saya harus share screen ppt apalagi video dari link youtube, ambyar! haha. Sebenarnya ini bukan salah SSDnya ya, tapi karena prosessor memang pas-pasan banget buat kerja berat. Intel Celeron 1.1 GHz!

Kebutuhan laptop di masa pandemi memang sebuah hal yang serius. Tuntutan pendidikan sebagai seorang guru profesional juga satu hal yang patut dipertimbangkan. Saat ini laptop tidak hanya digunakan untuk mengetik RPP, mencari materi pembelajaran, membuat PPT, namun juga guru harus kreatif untuk mengedit video pembelajaran dan membuat desain grafis penunjang pembelajaran lainnya. Dan tentu saja untuk keperluan online class, seperti zoom meeting butuh laptop yang mumpuni dan oke. Kalo gurunya senang, muridnya pasti juga kan?

Jadi kesimpulannya, terpikir kini saatnya tiba untuk mengganti laptop. Rupanya saya sudah terlanjur jatuh hati sama brand Asus (ga diendors ye, hehe). Doakan pemirsa, semoga Allah beri saya rezeki untuk memiliki laptop yang oke untuk menunjang kebutuhan pembelajaran online dan semoga saya bisa menghasilkan karya-karya terbaik ke depan! aamiin

0

Ori atau KW?

Mungkin memang sudah saatnya Allah takdirkan charger laptop yang sudah 5 tahun setia menemani tidak lagi berfungsi dengan baik. Kadang ia berfungsi normal sebagaimana biasanya, kadang mati ketika tersenggol. Dan drama tersenggolnya kabel charger menjadi begitu melelahkan, pasalnya ada saja anak-anak yang datang dan bermain di sekitar laptop yang sedang dicharge. Sekali, dua kali diingatkan, dan tetaplah si charger menjadi begitu sensitif oleh sentuhan yang tidak keras sekalipun. Hingga pada suatu hari, tibalah sang waktu, si charger sudah menyerah dalam melaksanakan tugasnya. RIP.

Mungkin sudah Allah takdirkan pula, di rentang waktu yang hampir bersamaan seorang rekan posting di grup, bahwa dia habis beli charger untuk laptopnya di Jogjatronik. Harganya di bawah 200k, ori atau KW? Penjualnya sih mengklaim itu adalah ori. Saya pun menghubung nomer si penjual dan mengikuti saran rekan saya itu, menawarlah by phone. Itu akan lebih murah daripada menawar di lokasi. Oh baiklah. Setelah mengantongi harga awal tak lupa saya pun bertanya, apakah itu ori, Mas? Katanya untuk seri charger laptop saya tidak ada seri Kwnya.

Seorang teman tiba-tiba mengomentari status WA saya soal charger yang mati. Dia bilang, chargerku persis sama kayak punyamu dan bisa diperbaiki. Sekarang sudah normal lagi katanya. Wah bagaikan hembusan angin segar, bahwa charger laptop itu bisa diperbaiki? Bukan soal berhemat sih ya, tapi saya prefer memakai charger ori bawaan laptop daripada beli baru yang itu tidak jelas keasliannya. Setelah bertanya pada temen yang suaminya bisa servis, jawabnya adalah sulit untuk diperbaiki, apalagi mintanya cepat, hehe. Baiklah…

Asus Servis Center. Rasa penasaran ada pada kata servis. Apakah menerima perbaikan charger? Setelah ke sana dengan menembus hujan deras, didapatlah jawaban bahwa asus center hanya menerima perbaikan laptop, tidak untuk chargernya. Jika mau beli charger untuk tipe laptop saya, Asus X201E harganya 400k-500k dan itu harus indent dulu selama sepekan hingga dua pekan. Karena pertimbangan laptopnya udah lama, akhirnya diputuskan ga jadi beli charger ori, hehe

Akhirnya drama pembelian charger ini berakhir dengan beli di shopee, haha. Ya mungkin sudah ditakdirkannya begitu. Lagi-lagi Allah telah mengaturnya. Seorang rekan yang laptopnya sama dan tipenya hampir sama juga chargernya mati. Jadilah kemudian kita cari di online shop dengan melihat testimoni yang diberikan customer. Meskipun awalnya ragu dengan testimoni yang beragam, ada positif dan negatif. Akhirnya demi sebuah prinsip “tidak mau ribet” harus ke Jogtron, dsb kami membelinya. Alhamdulillaah, benar! ketika sudah dipakai, charger ini sama seperti para testimonial yang ada, ada kekurangan.

Akhirnya saya belajar, bahwa tak pernah ada kesempurnaan di dunia ini. Selalu ada cerita, selalu saja ada riak-riak permasalahan.  Dalam hidup ini, yang terpenting kita hanyalah perlu menyiapkan hati untuk menerima apapun yang kita dapatkan.

Oya, charger ini saya beli dengan harga kurang dari 100k saja. Apakah ini ori? tentu saja ori menurut penjual.

 

 

0

Quality Time

“Apa ust?” tanyanya dengan malu-malu plus salting 🙂
“Apa yang kamu rasakan selama ini? Ada yang membuat tidak nyaman saat belajar di kelas? Coba ceritakan ya…” tanyaku.
Akhirnya mengalirlah cerita soal pemasalahan yang dia alami.

Quality time adalah sebuah program untuk siswa kelas 6 di awal tahun ajaran. Ya, quality time adalah sesi curhat pribadi siswa kepada guru. Setiap siswa diberi kesempatan untuk mencurahkan segala isi hati yang sedang dirasakan, baik berkaitan dengan urusan akademik sekolah, masalah sosial pertemanan, maupun unek-unek yang berkaitan dengan keluarga atau pergaulan di lingkungan rumah. Semua itu berfokus pada koridor: kesiapan mental spiritual dalam menghadapi Ujian Nasional.

Sesi curhat ini begitu istimewa. Di tengah-tengah kesibukan guru, setiap anak mendapat waktu khusus untuk ngobrol bertiga dengan guru selama 10-15 menit. Bertiga, karena wali kelasnya ada dua. Percakapan yang begitu secret, tidak boleh ada satu pun siswa lain yang mendengar. Ternyata siswa begitu antusias, gembira dan penasaran menyambutnya (atau pingin segera dapat snacknya ya? hehe). Tak sekali dua kali mereka bertanya-tanya dari balik pintu kelas, kapan giliranku, Ust? :-).  Semoga paling tidak, bisa jalan hikmah bagi mereka bahwa bercerita kepada orang tua itu baik untuk dilakukan.

Apakah setiap siswa bisa mengeluarkan unek-unek yang dirasakan? Ada yang bisa ada yang tidak. Ada siswa yang hanya bicara sebatas menjawab pertanyaan, namun ada pula yang bisa bercerita panjang lebar tentang apa yang dirasakan. Ada yang merasa takut terhadap UN. Ada yang ditekan orang tua, dsb. Banyak pula yang bercerita soal permasalahan pertemanan di kelas. Bagi siswa kelas 6 yang sudah menginjak pra remaja awal, masalah pertemanan ini mulai mengambil tempat di hati dan bisa mengganggu pikiran. Hal itu turut berpengaruh pada semangat dan konsentrasi belajar.

Hal unik yang ditemui adalah jika kebanyakan siswa putra memilih menjawab sesuai dengan pertanyaan, sementara bagi beberapa siswa putri sesi curhat ini bisa menjadi begitu dramatis hingga berlinang airmata. Hasil diskusi dalam quality time ini nantinya akan menjadi evaluasi bagi sekolah, jadi masukan bagi guru untuk membantu menyelesaikan permasalahan di kelas, dan juga sebagai bahan diskusi dengan orang tua dalam program home visit pada kesempatan berikutnya. Kadang ada temuan-temuan unik yang membuat ortu senyum-senyum penuh makna, wah anakku ternyata sudah mulai remaja…

 

To be continued

0

Ta’akhi, dipersaudarakan…

reatha 2

Ta’akhi atau dalam bahasa Indonesia berarti dipersaudarakan adalah salah satu kegiatan spesial setiap awal tahun ajaran baru di SDIT LHI, Banguntapan, Yogyakarta. Wah, lalu siapa yang dipersaudarakan?

Setiap awal tahun ajaran baru, siswa baru kelas 1 akan menjalani masa orientasi atau pengenalan terhadap sekolah, kurang lebih selama dua pekan. Mereka akan mempelajari ritme kegiatan selama di sekolah; meliputi kegiatan rutin di dalam kelas (mulai dari pembukaan hingga penutupan), memahami tata tertib do and don’t di sekolah, mengenal lingkungan sekolah dan lain-lain.

Dalam program taakhi, siswa kelas 1 dipersaudarakan dengan siswa kelas 6. Adik-adik kelas 1 akan ditemani dari kakak kelas 6 dalam beberapa hari masa orientasi. Kakak kelas 6 bertugas membimbing adik kelas 1 pada saat kegiatan di dalam kelas, mengajak mereka bermain, menemani makan snack dan makan siang, dan sebagainya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah terjalin silaturahmi dan kekeluargaan antara adik kelas dengan kakak kelas, sehingga si adik bisa merasa lebih nyaman berada di sekolah, dan si kakak makin terasah jiwa sosial dan leadershipnya. Alhamdulillaah adik kelas 1 maupun kakak kelas 6 menikmati kegiatan ini dan nampak berbahagia :-).

to be continued

 

0

Tour de Bali

Ahad 27 Desember 2015 kami rombongan guru kelas 6 dan kepala sekolah se-Kecamatan Banguntapan melakukan perjalanan ke Pulau Dewata dalam rangka kunjungan dan rakor kelas 6. Sebanyak dua bus rombongan berangkat sekitar pukul 08.00 WIB.

Alhamdulillaah perjalanan berjalan lancar. Kami mampir sholat dan makan siang di RM. Kurnia Jatim, Ngawi. Kondisi perjalanan berubah menjadi padat, macet menyebabkan jadwal makan malam bergeser dari waktu yang ditentukan. Uniknya menu makan dari RM satu dan lainnya selama perjalanan selalu sama yaitu selalu tersedia menu sayur sop kobis tanpa campuran, murni sop kobis 🙂

Setelah perjalanan panjang yang begitu melelahkan, alhamdulillaah pada Senin, 28 Desember 2015 dini hari kami tiba di pelabuhan Gilimanuk, untuk bersiap menyeberang selat Bali. Ada kisah unik ketika kami tiba di pelabuhan. Saya dan dua ibu, guru sekolah lain ketinggalan bus! Hahaha. Jadi ceritanya, pada waktu bus kami mengantre untuk masuk pelabuhan, waktu menunjukkan sudah masuk sholat subuh. Nah karena antrenya sangat lama, beberapa guru memutuskan untuk turun dan sholat subuh di pelabuhan. Nah saya dan dua guru lain termasuk yang terakhir untuk memutuskan turun dan sholat subuh. Nggak tahunya, ketika kami kembali dua bus kami sudah gak ada! OMG, lemaslah kami bertiga.

Pas itu yang dirasakan cukup panik, hehe. Pasalnya tas kami semua ada di bus, dan kami bertiga ga ada yang bawa dompet. Saya bawa tas isi mukena, camera pinjeman, HP tapi baterai habis (tanpa bawa charger), beberapa lembar uang, tanpa kartu identitas apapun! Dua rekan saya yang lain bahkan hanya bawa mukena. Agak tenang sih waktu salah satu bilang ada yang membawa sejumlah uang di kantongnya. Meskipun yang terbayang, wah ga jadi sampai ke Bali nih, wkwk… pulang lagi ke Jawa gimana, Bu?

IMG_3830

suasana di dalam kapal

Pertolongan Allah datang melalui saran seorang penjual (saat itu di pintu masuk pelabuhan ga ada orang, yang ada hanya bus-bus besar). Kami pun berjalan menyusuri pintu masuk pelabuhan ke tempat transit kapal yang cukup panjang. Menyelinap di antara bus-bus besar. Bagi saya yang belum pernah naik kapal, ini terasa sebuah petualangan layaknya di film-film, lebay. Alhamdulillaah, akhirnya kami bisa masuk ke dalam kapal (untung ga ditanyai kartu identitas).

Ternyata benar, itu bukan kapal yang berisi bus rombongan kami. Alias bus kami sudah menyeberang sampai ke Bali. Tapi tak apalah, yang penting kami bisa ikut diangkut sampai ke Bali. Selama di kapal, kami pun mulai menyusun strategi, begitu turun bakal mencari kantor polisi, salah satu rekan akan mendatangi saudaranya dsb. Pelajaran berharga untuk saya, selalulah membawa tas kecil berisi identitas dan item penting selama perjalanan, pastikan ia selalu menempel ke kita.

Alhamdulillaah ketika turun kami sudah ditunggu rombongan UPTTD Banguntapan di dekat pintu kedatangan dengan wajah-wajah panik mereka, maaf nggih. Bahkan bapak ketua sampai reflek mengajak saya salaman, hehe “Mbak Susi, kenapa Hpnya gak aktif?!” dan seketika itu nama kami jadi terkenal se UPTTD, hehe.

Bedugul

Hari pertama di Bali, ada dua destinasi wisata yang kami kunjungi, yaitu Bedugul dan Pantai Kuta, diselingi dengan wisata belanja di Joger dan Krisna yang membuat lupa diri, hehe. Bedugul adalah sebuah kawasan wisata dengan danau dan gunung, terletak di bagian tengah pulau di dekat Danau Baratan antara Denpasar dan Singaraja. Pas kami ke sana air danau sedang surut sehingga kami bisa berjalan-jalan hingga depan Pura. Kalau air danaunya sedang naik, Pura di Bedugul akan terlihat berada di tengah-tengah air. Bedugul indah dan hawanya sejuk. Bagi yang ingin berkeliling danau, disediakan perahu mesin juga ya.

Berikutnya adalah Joger, konon belum afdol ke Bali kalau belum mampir ke Joger. Sebuah toko oleh-oleh berupa pakaian dan pernak-pernik khas Bali yang unik. Sebuah slogan Joger Jelek, Bali Bagus adalah salah satu contoh uniknya permainan kata produk Joger. Pokoknya siapkan kocek yang cukup jika mau ke Joger. Joger mengingatkan saya pada Dagadu Jogja, mirip lah konsepnya.

Setelah puas berbelanja di Joger kami menuju ke Pantai Kuta. Perjalanan menuju ke Kuta bisa dikatakan cukup menguras tenaga. Mungkin karena kami ke sana menjelang maghrib, dengan kondisi badan sudah kelelahan. Kami naik mini bus karena bus besar tidak bisa sampai ke lokasi. Sayangnya pas sampai di Kuta sudah gelap, jadi kurang bisa menikmati suasana pantai. Hasil jepretan saya selama di Kuta ga ada yang jadi, entahlah. Sedih deh.

Hanya sebentar kami di sana, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke wisata belanja di Krisna, di sana belanja-belanji lagi (bagi yang hobi belanja tentu menyenangkan). Setelah puas, kemudian kami menuju ke hotel Alkyfa Denpasar, tempat kami menginap dan acara malam itu dilanjutkan dengan RAKOR, dengan tema Tips & Trik Sukses UN 2016. Oya, hotel Alkyfa ini hotel muslim, jadi bagi yang mau ke Bali, rekomended untuk dicoba.

Hari ke-dua, 29 Desember 2015 kami melihat pertunjukan Tari Barong di Batubulan. Bagus banget deh tariannya. Semacam drama tari gitu. Eh di sana juga ada jasa berfoto dengan gadis berpakaian tradisional Bali, langsung jadi.

Setelah puas melihat pertunjukan tari, kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Benoa Water Spot. Di sana terdapat bermacam wahana air yang menantang (maaf gak bisa cerita banyak, karena ga nyobain). Tanjung Benoa juga dikenal dengan nama Pulau Penyu karena di sana terdapat banyak penyu. Kami mesti naik perahu menuju habitat para penyu. Di sana kami diperbolehkan untuk menggendong penyu dan berpose dengannya.

Setelah itu kami menuju ke Puja Mandala yang berada di Nusa Dua Bali. Tempat ini unik banget. Di sana terdapat lima tempat ibadah agama berbeda yang berada dalam satu tempat, yaitu tempat ibadah umat Islam, Kristen, Katolik, Budha, serta umat Hindu. Tempat-tempat ibadah tersebut berdiri kokoh dan saling berdampingan dalam satu komplek. Saya sempat sholat di masjidnya yang bernama Masjid Agung Ibnu Barutah. Masjidnya besar dan bagus.

IMG_4065

Destinasi berikutnya adalah Pantai Pandawa. Pantai ini merupakan salah satu pantai pasir putih terkenal di Bali yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Sebelum sampai ke sana, kita harus melewati sebuah jalan yang diapit oleh tebing batu yang terjal. Di tebing terjal ini terdapat patung Panca Pandawa dalam kisah Mahabharata karena itu pantai ini dinamakan Pantai Pandawa Kutuh Bali.

Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi adalah Tanah Lot. Di Tanah Lot terdapat dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing. Konon Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Waktu di sana, terlihat orang-orang pada antre untuk diberi air sebelum bisa memasuki pura. Tapi kita perlu berhati-hati ya, jika mengikuti ritual keagamaan penganut agama lain, khawatir masuk dalam ranah menggadaikan akidah. Meskipun terlihat sepele, hanya berwudhu dengan air suci versi mereka (penjelasannya panjang 🙂 )

Demikian, sebuah catatan perjalanan menapaki bumi Allah di Bali. Saya menyakini dalam setiap perjalanan pasti menyimpan hikmah. Allah pun memerintahkan kepada kita untuk banyak melakukan perjalanan dan bersilaturahim. Semoga kelak diberi kesempatan untuk menapaki bumi Allah yang lain dan mendapat banyak insight. Salam Semangat!

0

Primary School Teacher

Primary School Teacher, umm… menjadi guru SD, bahasa kerennya begitu. Dulu mungkin tidak pernah terbayangkan bakalan jadi guru SD. Memang pernah bercita-cita sebagai pengajar, namun menjadi guru SD belumlah masuk dalam daftar impian masa depan kala itu. Lalu kenapa kemudian saya menjalani profesi ini?

Waktu SD, saya bersekolah di dua tempat. Yang pertama di SD Purwadadi II, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Saya belajar di sana dari kelas 1 sampai dengan pertengahan kelas 5. Lalu pada tanggal 2 November saya resmi masuk kelas di SD Jombor, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul Yogyakarta; tepat di hari ulang tahun saya.

Pengalaman belajar di dua sekolah dasar yang berbeda ini menggoreskan kenangan manis masing-masing. Di sekolah pertama, sekolah dasar yang bisa dikatakan tertinggal, karena terletak di pedalaman. Kenangan manis yang masih membekas adalah dapat guru yang sabar banget, penyayang dan baik hati. Bu Guru saya ini tidak pernah marah, lembut banget, pokoknya membuat saya selalu nyaman dan merasa aman. Pas saya mau pindah ke Jogja dulu, beliau bersama  teman-teman datang ke rumah menyampaikan ucapan perpisahan. Rasa sayang yang tergambar dengan nyata.

Saya hanya sebentar merasakan belajar di sekolah dasar yang ke-dua. Bersekolah di kota besar adalah tantangan tersendiri, bagi seorang anak pindahan dari pedalaman. Adaptasi berupa merosotnya nilai akademis dari rangking 1 menjadi rangking kesekian pernah saya alami, hihi. Perubahan nama panggilan dari Dwi menjadi Susi, mungkin terlihat sepele, tapi itu cukup berarti bagi seorang anak berusia 11 tahun. Namun alhamdulillaah saya bertemu guru-guru hebat yang juga baik banget. Guru saya waktu kelas 5 SD itu lucu banget. Seorang bapak guru yang selalu menciptakan suasana belajar di kelas menjadi menyenangkan.

Lantas apa hubungannya dengan profesi saya sekarang?
Rasanya tidak mungkin saya menjalani profesi ini dengan bahagia, tanpa punya pengalaman masa kecil serupa yang menyenangkan. Alhamdulillaah, saya begitu menikmati masa kecil saya. Tanpa jasa beliau-beliau guru saya, tentu saya tidak akan bisa menjadi diri saya yang sekarang. Terima kasih Ibu dan Bapak Guru, hanya Allah yang mampu membalas semua jasa dan kebaikanmu…

Saya masih harus banyak belajar untuk mendampingi anak-anak didik saya menjadi insan terbaik. Belajar bersabar, belajar ngemong, belajar ilmu parenting yang rasanya ga habis-habis untuk dipelajari. Belajar dan terus belajar… Semoga Allah memberi petunjuk, memberi kekuatan, memberi kemudahan, mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya dalam mengemban amanah ini. Aamiin

Alhamdulillaah i m happy being a primary school teacher 🙂

 

0

Declaration of 30 DWC 18

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hai, pembaca… alhamdulillaah setelah sekian purnama, blog ini hidup lagi dari mati suri. Horaay…
Judul tulisan kali ini 30 DWC 18, apaan itu yaa? Kepanjangannya adalah 30 Days Writing Challenge Jilid 18. Yaps benar banget. Jadi saya ditantang untuk menulis selama 30 hari tanpa henti. Dimulai pada hari ini tanggal 1 Mei sampai nanti berakhir tanggal 30 Mei 2019.

Kesan pertama mengikuti komunitas ini sih menarik banget. Nama grupnya aja Empire 30DWC#18 udah kayak perang kerajaan aja, hihi. Istilah-istilah yang digunakan pun unik kayak empire, squad, fighter, guardian, dll. Apa maknanya? temukan sendiri dengan bergabung dalam DWC jilid berikutnya… 🙂

Ok pembaca, doakan saya sukses memenangkan peperangan DWC hingga hari ke 30 yak.
Semangat menulis, semangat berbagi kebaikan…

 

0

Kaifa Tushalli

Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku sholat (HR.Bukhari).

Pas pertama kali lihat publikasi Worshop Kaifa Tushalli, wah jarang-jarang ini ada workshop pelatihan sholat. Sebelumnya sih sebenarnya saya sudah pernah lihat video gerakan sholat yang diterbitkan oleh manhaj salaf, dan berusaha saya terapkan. Dengan tujuan ingin memperdalam ilmu tentang shalat, maka berniatlah saya untuk mengikuti worshop ini. Nah karena masih lama publikasi beredar, saya ga segera-segera daftar. Setelah menghubungi kontak yang ada, jawabannya adalah diminta daftar ke kantor UMDA alias UMMI DAERAH. Duh, besok-besok aja dah. Ga tau tempatnya, ga ada waktu, dan… ah sederet alasan yang intinya adalah malas mendaftar.

Setelah beberapa waktu, kemudian dapat info kalau sekarang bisa transfer infaq pendaftaran. Plus info kalau pelatihannya diundur sepekan. Namun, pas menghubungi panitia, jawabannya sungguh sakit, haha “maaf tiket sudah habis”. Bisa ditebak betapa menyesalnya saya. Bagaimana bisa, saya udah chatingan sama panitia sejak berbulan lalu dan kehabisan tiket. Ini sungguh lucu. Akhirnya saya pasrah dan niat beli bukunya saja karena tidak bisa mengikuti acaranya. Menghubungi panitia dan tanpa jawaban, hiks. Siapa sangka bahwa kemudian alhamdulillaah kisah ini berakhir dengan happy ending.

Begitulah, ketika Allah sudah mengatakan “KUN” saya akan datang ke acara tersebut, maka “TERJADILAH”, meskipun caranya sama sekali tak terpikirkan sebelumnya. Jumat sore, iseng ngobrol dengan teman di sekolah. Eh nggak tahunya beliau terlibat sebagai panitia kegiatan tersebut. Lalu setelah nunggu semaleman, akhirnya saya pun dapat satu tiket dan itu gratis. Coba, betapa Allah itu Baik banget kan. Ternyata MAUNYA ALLAH saya itu ga usah bayar, tapi GRATIS saja. Masya Allaah… 🙂

Workshop ini berisi tentang motivasi sholat dari KH M.Ihya Ulumiddin dan praktek pelatihan sholat.

tobe continued

0

Vibrasi ~Rasamu adalah Doamu

Vibrasi? apaan ya? itu yang terlintas di benak saya ketika menemukan postingan tentang vibrasi di wall facebook saya. Saya ingat betul, postingan menarik seorang kawan tentang vibrasi begitu mengganggu pikiran saya, membuat penasaran (tepatnya). Lalu mulailah saya kepo dengan ilmu ini. Ilmu tentang mengolah rasa sehingga bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. ilmu ini banyak membahas dari sisi dunia kuantum, energi, vibrasi dan hubungannya dengan kehidupan kita. Mengapa ada orang yang sudah bekerja keras, tapi belum berhasil-berhasil juga? Mengapa ada orang yang mengalami ujian serupa yang berulang-ulang?

Vibrasi adalah getaran. Rasamu adalah Doamu

Kita punya masalah. Itu sebuah beban atau tantangan? Tergantung sudut pandang kita. Ternyata selama ini kita salah dalam memaknai masalah. Apakah masalah untuk diselesaikan? dicari solusinya? Ternyata bukan. Masalah bukan untuk diselesaikan tetapi untuk dicari pesan cinta Allah di balik itu.

Ketika kita bermasalah maka yang dilihat pertama kali adalah bagaimana hubungan kita dengan Allah. Bagaimana sikap kita dengan adanya masalah? Jika kita tidak bersyukur maka kita akan fokus ke masalah saja.

Kedua adalah orang terdekat, keluarga. Orang terdekat bisa diibaratkan batu Krypton kita. Dalam serial fiksi film Superman, batu Krypton sebuah batu yang berasal dari planet Krypton, tempat Superman berasal. Batu tersebut dapat melemahkan para Kryptonian (sebutan untuk orang yang berasal dari Krypton). Seringkali kita temukan seseorang sukses menjadi motivator bagi ribuan orang, namun dia gagal memberi nasehat di keluarganya sendiri.

Ketiga, adalah diri sendiri. Ketika kita masih mempunyai sampah emosi maka itu adalah penyebab masalah. Sampah emosi adalah bahan bakar masalah. Ya, bahan bakar masalah. Selama sampah emosi masih ada, begitu ada sulutan sedikit bisa menyala api masalah. Bisa membakar hati.

Kondisi hati & pikiran yang tidak selaras:
Mental Blok — Sampah Emosi — Resah hati – Keharmonisan keluarga – Sakit fisik – Sosial memburuk – Rezeki  

Tidak ada emosi yang buruk. Semua emosi bagus sesuai waktunya.

Eveything is possible – letting go
Ketakutanlah yang menenggelamkan kita.
Aku memang menginginkan. Namun appaun yang terjadi adalah yang terbaik, aku terima apa adanya.

Inner peace – now/present
Emosi = indikator. Setiap emosi ada rasanya & harus bagaimana. Gunakan kalimat yang pas, yang membuat kita lebih besar dari emosinya. Misalnya ada rasa marah di dalam diriku.

Rumus mengelola pikiran & emosi:
1. pikiran butuh jeda. Shalat adalah salah satu peristiwa menjeda pikiran. Santai, rileks, jeda.
2. mengelola emosi/perasaan. menalar -mengekspresikan – mendamaikan
mengekspresikan – menangis & asertif menerima rasa sakit: mengurangi rasa sakit. selami & terima sakitnya.
walaupun saya sedang sakit hati, saya menerima & mencintai diri saya apa adanya.
3. kondisi fisik
streching leher, nafas, kuping pake air, makanan

Cleansing Emosi:
1. Ho’oponopono: Im sorry- Please forgive me – I love you – Thankyou
2. Katarsis Jabbarish: Ngoceh asal 20-30 menit – 15 menit rileks
3. SEFT
4. Happiness
5. luck Factor
6. vocal tone: A panjang IUEO
7. Jari panjang jari pendek

Vibrasi menyelaraskan dengan alam semesta. Syukuri. Lepaskan. Let it go.
Melupakan bisa dilakukan dengan: beraktivitas yang gak nyambung, tidur lelap, tidak berpikir negatif
Zona saat ini: ujung lidah, jempol telunjuk, telapak tangan terbuka, menyadari nafas, tutup telinga.

Self Integrity
Hati = Ucapan (jujur)
Ucapan = perbuatan (komitmen)
Hati = ucapan = perbuatan (intregritas diri)

Percaya dengan diri sendiri. Apa yang kita lakukan sama ucapkan. Lakukan dulu baru sampaikan kepada orang lain.
Therapy Integritas: Buat janji dijadikan disiplin. Berjanjilah pada diri sendiri untuk melakukan target kebaikan, kemudian ditepati. Misalnya membuat semacam mutabaah harian berkaitan dengan ibadah, pekerjaan, sosial.

 

0

5 Point PPA ~Rezha Rhendy (2)

Sebelum anda melanjutkan membaca, pastikan anda sudah membaca tulisan sebelumnya, yaitu Pola Pertolongan Allah ~ Rezha Rhendy (1)

Ada lima point yang menjadi pembahasan utama dari buku PPA, yaitu:
1. Niat Kuat, Lurus, dan Murni (Diluaskan)
Niat dibagi menjadi 3 kategori: Niatan luas (kebermanfatan untuk banyak orang); Niatan standar (keinginan normal hampir semua orang); niatan sempit (keinginan pribadi yang dilandasi karena nafsu). Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi luaskan niat Anda. Bill Gates memiliki impian setiap rumah memiliki 1 personal computer dengan niat agar memudahkan kehidupan orang banyak. Nabi Zakaria ingin memiliki anak agar ada generasi penerus dakwah, bukan hanya penerus keturunan. Niat yang murni adalah niat yang tulus keluar dari hati, tandanya adalah ketika memikirkannya Anda terasa bergetar di hati rindu bahwa itu akan terwujud; kebahagiaan hati Anda condong ketika bisa melihat lebih banyak orang terbantu dengan niatan anda.

Employee of Allah
Menjadi employee of Allah, mewakafkan diri secara sadar kepada Allah untuk menjadi jalan manfaat bagi banyak orang. Tujuan menjadi employeenya Allah adalah keridhoan dan pertemuan dengan Rabbnya kelak. Kemudahan-kemudahan yang mereka dapatkan hanyalah bonus.
1. Sadari bahwa semua datang dari Allah
2. Semua yang Anda lakukan baik dari kecil hingga besar dengan sadar melakukannya untuk Allah (diniatkan)
3. Potensi yang Allah titipkan gunakan untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang kembali kepada Allah

Tuhan dan Hamba
Semakin dekat kondisi hati seorang hamba dengan menyadarinya tentang makna kehambaan, maka semakin mudah dan seringnya ia mendapatkan pertolongan Allah. Jadi jangan jadi orang sukses, tapi jadilah hamba yang sukses menjadi hamba, maka kesuksesan hanyalah dan adalah efek jika Allah berkenan denganmu.

2. Ikhtiar Iman, Maksimal (Enyahkan Berhala)
Hati-hati dengan adanya berhala pada keyakinan kita. Jangan sampai Anda percaya kalo nggak ada uang nggak bisa umroh, bayar hutang butuh uang, mau kerja butuh orang dalem, dll. Termasuk ikhtiar kita juga bisa jadi berhala. Kita percaya bahwa semua yang kita miliki sekarang adalah hasil kerja keras kita. Ikhtiar iman maksimal. Ikhtiarnya tetap maksimal namun hatinya tidak ke sana, melainkan ke Allah. Tawakkal seperti tawakalnya seekor burung dalam mencari makan.

Just Focus on Allah
a. Everything Comes From Allah:
semua berasal dari Allah baik ketetapan baik, maupun buruk. Ketika Allah mengizinkan sesuatu hadir dalam hidup Anda, itu demi kebaikan Anda.
b. Everything Belongs to Allah:
semua yang kita lihat adalah milik Allah.
c. Everything Dedicated to Allah:
segala apapun yang kita lakukan pastikan dilakukan sadar untuk Allah
d. Everything Controlled by Allah:
sebesar apapun masalah yang dihadapi, capaian yang seakan mustahil untuk dicapai, kita tetap tenang dan muncul optimisme tinggi karena masih dalam kontrol/genggaman Allah.
e. Everything Shall be Returned to Allah:
paham bahwa sejatinya semua akan kembali kepada Allah. Maka tidak ada lagi waktu yang sia-sia, tidak mengambil hak orang lain, tidak semena-mena kepada binatang.

Konsep Mengajak & Menitipkan
Minta ditemani Allah dalam setiap ikhtiar yang dilakukan. Sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, minta izin dulu sama Allah. Ajak Allah ke mana-mana, ngobrol terus sama Allah. Setelah meminta izin dan minta ditemani Allah adalah menitipkan segala hal baik yang kita takutkan, khawatirkan maupun hasil yang ingin dicapai kepada Allah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ketika kita menitipkan diri  kepada Allah, Allah yang akan menjaganya. Ketika kita menitipkan masalah kita ke Allah, Allah yang akan menyelesaikannya. Ketika menitipkan semua kekhawatiran kita, maka Allah akan menjaganya sehingga kita memiliki banyak waktu untuk bermesaraan dengan-Nya.

3. Husnudzon (Positive Feeling)
Berbaik sangka kepada Allah dengan positive feeling, bukan positive thingking. Perbedaannya adalah pada cara menyikapi masalah. Positive thingking ia akan mendamaikan pikirannya, sedangkan hatinya takut dan menjadi gelisah karena ada pertempuran dalam dirinya. Sementara positive feeling, ia tidak perlu menekan pikiran negatif karena hatinya sudah tenang.
a. Sering bertakafir dan mengenal Allah melalui iqra membaca Alquran dan hadist dan alam semesta
b. Dipaksa Allah dengan ditimpakan masalah, akhirnya mencapai derajat kedamaian yaitu hati total bergantung kepada Allah.
c. Sering bergaul dengan orang-orang yang mengenal Allah dan dekat dengan Allah.

4. Total Grateful (No Tendention)
Bersyukur. Akar dari kebersyukuran adalah perasaan tidak memiliki . Semua yang ada di langit dan di bumi dan di antara keduanya adalah milik Allah. Untuk menempuh state syukur caranya adalah:
a. Berdoa meminta kepada Allah untuk dibantu menjadi ahli syukur.
b. Me time dengan Allah untuk memahami dan mengakui bahwa semua milik-Nya dan semua yang ada hanyalah titipan.
c. Waspada terhadap nikmat
d. Refleksi Syukur, berfokus pada yang telah dimiliki-bukan yang belum dimiliki

Pujian. Hati-hati ketika dipuji. Sesungguhnya orang yang memujimu berlebihan sedang menggorok leher Anda di depan khalayak ramai. Karena penilaian orang lain akan membuat menjadi orang yang penuh kepalsuan belaka.

5. Buka Semua Pintu Rezeki-Nya (Beli dengan Amal)
a. Doa. Jalankan riyadhah selama 40 hari. Buktikan kesungguhan Anda benar-benar berharap kepada Allah.
b. Orang tua. Meminta maaf dan minta doa kepada keduanya sebelum Anda melakukan apapun.
c. Shalat. Pebaiki mulai dari shalat Anda.
d. Sedekah.
e. Tabungan Semesta

Penghambat PPA
Terlalu terjebak pada ikhtiar sendiri. Logika akal “nggak mungkin”. Ganjalan tisu harta dan silaturahim. Terjebak di hasil.

Hukum Keseimbangan
Batas Getar Bawah. Segala sesuatu yang kurang, Allah sudah buatkan mekanisme untuk menyeimbangkannya. Misal ingin memiliki anak, kita menggendong anak orang lain (menggetarkan batas getar bawah).
Batas Getar Atas. Sedekah yang bikin ngeri, menggetarkan hati.

Perbesar Wadah
Wadah mental, kesiapan kita jika diberi banyak oleh Allah. Apakah hati dan mentalnya siap. Apakah malah jadi sombong?
Wadah infastruktur, kesiapan aspek pendukung untuk membuat kita menjadi besar.

Demikian ringkasan dari Buku PPA. Sesungguhnya sangat banyak point penting lain dalam buku ini namun tidak mungkin saya cantumkan semua. Maka saya sarankan agar anda juga membaca versi lengkap dari buku ini. Jazakumullaah kahiran.