0

Kaifa Tushalli

Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku sholat (HR.Bukhari).

Pas pertama kali lihat publikasi Worshop Kaifa Tushalli, wah jarang-jarang ini ada workshop pelatihan sholat. Sebelumnya sih sebenarnya saya sudah pernah lihat video gerakan sholat yang diterbitkan oleh manhaj salaf, dan berusaha saya terapkan. Dengan tujuan ingin memperdalam ilmu tentang shalat, maka berniatlah saya untuk mengikuti worshop ini. Nah karena masih lama publikasi beredar, saya ga segera-segera daftar. Setelah menghubungi kontak yang ada, jawabannya adalah diminta daftar ke kantor UMDA alias UMMI DAERAH. Duh, besok-besok aja dah. Ga tau tempatnya, ga ada waktu, dan… ah sederet alasan yang intinya adalah malas mendaftar.

Setelah beberapa waktu, kemudian dapat info kalau sekarang bisa transfer infaq pendaftaran. Plus info kalau pelatihannya diundur sepekan. Namun, pas menghubungi panitia, jawabannya sungguh sakit, haha “maaf tiket sudah habis”. Bisa ditebak betapa menyesalnya saya. Bagaimana bisa, saya udah chatingan sama panitia sejak berbulan lalu dan kehabisan tiket. Ini sungguh lucu. Akhirnya saya pasrah dan niat beli bukunya saja karena tidak bisa mengikuti acaranya. Menghubungi panitia dan tanpa jawaban, hiks. Siapa sangka bahwa kemudian alhamdulillaah kisah ini berakhir dengan happy ending.

Begitulah, ketika Allah sudah mengatakan “KUN” saya akan datang ke acara tersebut, maka “TERJADILAH”, meskipun caranya sama sekali tak terpikirkan sebelumnya. Jumat sore, iseng ngobrol dengan teman di sekolah. Eh nggak tahunya beliau terlibat sebagai panitia kegiatan tersebut. Lalu setelah nunggu semaleman, akhirnya saya pun dapat satu tiket dan itu gratis. Coba, betapa Allah itu Baik banget kan. Ternyata MAUNYA ALLAH saya itu ga usah bayar, tapi GRATIS saja. Masya Allaah… 🙂

Workshop ini berisi tentang motivasi sholat dari KH M.Ihya Ulumiddin dan praktek pelatihan sholat.

tobe continued

Advertisements
0

Menepi Sejenak

Jika kamu kelelahan, menepilah… berhentilah… tapi jangan terlalu lama. Segera bangkit dan lanjutkan perjalanan.Memang kita temui jalan yang berkelok-kelok, naik turun lembah dan gunung. Begitu menguras tenaga, waktu dan pikiran. Mungkin kamu juga tergores, terjerembab, badanmu kotor penuh lumpur. Kaki-kaki lecet keletihan. Tapi bukankah kamu punya tujuan di depan sana? Dan tujuan akan tetap berdiri di sana, tanpa kamu berjalan menujunya. Ah… ya, nikmatilah perjalanan. Itulah kuncinya.

Apa tujuan hidupmu? Hidup tanpa tujuan hanya akan membuatmu malas berjalan. Ya, berjalan pun malas, apalagi berlari? Wahai sang pejuang, bertahanlah dalam perjalanan panjangmu. Jangan menyerah, dan jangan pula berbalik arah. Semangat!

0

Vibrasi ~Rasamu adalah Doamu

Vibrasi? apaan ya? itu yang terlintas di benak saya ketika menemukan postingan tentang vibrasi di wall facebook saya. Saya ingat betul, postingan menarik seorang kawan tentang vibrasi begitu mengganggu pikiran saya, membuat penasaran (tepatnya). Lalu mulailah saya kepo dengan ilmu ini. Ilmu tentang mengolah rasa sehingga bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. ilmu ini banyak membahas dari sisi dunia kuantum, energi, vibrasi dan hubungannya dengan kehidupan kita. Mengapa ada orang yang sudah bekerja keras, tapi belum berhasil-berhasil juga? Mengapa ada orang yang mengalami ujian serupa yang berulang-ulang?

Vibrasi adalah getaran. Rasamu adalah Doamu

Kita punya masalah. Itu sebuah beban atau tantangan? Tergantung sudut pandang kita. Ternyata selama ini kita salah dalam memaknai masalah. Apakah masalah untuk diselesaikan? dicari solusinya? Ternyata bukan. Masalah bukan untuk diselesaikan tetapi untuk dicari pesan cinta Allah di balik itu.

Ketika kita bermasalah maka yang dilihat pertama kali adalah bagaimana hubungan kita dengan Allah. Bagaimana sikap kita dengan adanya masalah? Jika kita tidak bersyukur maka kita akan fokus ke masalah saja.

Kedua adalah orang terdekat, keluarga. Orang terdekat bisa diibaratkan batu Krypton kita. Dalam serial fiksi film Superman, batu Krypton sebuah batu yang berasal dari planet Krypton, tempat Superman berasal. Batu tersebut dapat melemahkan para Kryptonian (sebutan untuk orang yang berasal dari Krypton). Seringkali kita temukan seseorang sukses menjadi motivator bagi ribuan orang, namun dia gagal memberi nasehat di keluarganya sendiri.

Ketiga, adalah diri sendiri. Ketika kita masih mempunyai sampah emosi maka itu adalah penyebab masalah. Sampah emosi adalah bahan bakar masalah. Ya, bahan bakar masalah. Selama sampah emosi masih ada, begitu ada sulutan sedikit bisa menyala api masalah. Bisa membakar hati.

Kondisi hati & pikiran yang tidak selaras:
Mental Blok — Sampah Emosi — Resah hati – Keharmonisan keluarga – Sakit fisik – Sosial memburuk – Rezeki  

Tidak ada emosi yang buruk. Semua emosi bagus sesuai waktunya.

Eveything is possible – letting go
Ketakutanlah yang menenggelamkan kita.
Aku memang menginginkan. Namun appaun yang terjadi adalah yang terbaik, aku terima apa adanya.

Inner peace – now/present
Emosi = indikator. Setiap emosi ada rasanya & harus bagaimana. Gunakan kalimat yang pas, yang membuat kita lebih besar dari emosinya. Misalnya ada rasa marah di dalam diriku.

Rumus mengelola pikiran & emosi:
1. pikiran butuh jeda. Shalat adalah salah satu peristiwa menjeda pikiran. Santai, rileks, jeda.
2. mengelola emosi/perasaan. menalar -mengekspresikan – mendamaikan
mengekspresikan – menangis & asertif menerima rasa sakit: mengurangi rasa sakit. selami & terima sakitnya.
walaupun saya sedang sakit hati, saya menerima & mencintai diri saya apa adanya.
3. kondisi fisik
streching leher, nafas, kuping pake air, makanan

Cleansing Emosi:
1. Ho’oponopono: Im sorry- Please forgive me – I love you – Thankyou
2. Katarsis Jabbarish: Ngoceh asal 20-30 menit – 15 menit rileks
3. SEFT
4. Happiness
5. luck Factor
6. vocal tone: A panjang IUEO
7. Jari panjang jari pendek

Vibrasi menyelaraskan dengan alam semesta. Syukuri. Lepaskan. Let it go.
Melupakan bisa dilakukan dengan: beraktivitas yang gak nyambung, tidur lelap, tidak berpikir negatif
Zona saat ini: ujung lidah, jempol telunjuk, telapak tangan terbuka, menyadari nafas, tutup telinga.

Self Integrity
Hati = Ucapan (jujur)
Ucapan = perbuatan (komitmen)
Hati = ucapan = perbuatan (intregritas diri)

Percaya dengan diri sendiri. Apa yang kita lakukan sama ucapkan. Lakukan dulu baru sampaikan kepada orang lain.
Therapy Integritas: Buat janji dijadikan disiplin. Berjanjilah pada diri sendiri untuk melakukan target kebaikan, kemudian ditepati. Misalnya membuat semacam mutabaah harian berkaitan dengan ibadah, pekerjaan, sosial.

 

0

5 Point PPA ~Rezha Rhendy (2)

Sebelum anda melanjutkan membaca, pastikan anda sudah membaca tulisan sebelumnya, yaitu Pola Pertolongan Allah ~ Rezha Rhendy (1)

Ada lima point yang menjadi pembahasan utama dari buku PPA, yaitu:
1. Niat Kuat, Lurus, dan Murni (Diluaskan)
Niat dibagi menjadi 3 kategori: Niatan luas (kebermanfatan untuk banyak orang); Niatan standar (keinginan normal hampir semua orang); niatan sempit (keinginan pribadi yang dilandasi karena nafsu). Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi luaskan niat Anda. Bill Gates memiliki impian setiap rumah memiliki 1 personal computer dengan niat agar memudahkan kehidupan orang banyak. Nabi Zakaria ingin memiliki anak agar ada generasi penerus dakwah, bukan hanya penerus keturunan. Niat yang murni adalah niat yang tulus keluar dari hati, tandanya adalah ketika memikirkannya Anda terasa bergetar di hati rindu bahwa itu akan terwujud; kebahagiaan hati Anda condong ketika bisa melihat lebih banyak orang terbantu dengan niatan anda.

Employee of Allah
Menjadi employee of Allah, mewakafkan diri secara sadar kepada Allah untuk menjadi jalan manfaat bagi banyak orang. Tujuan menjadi employeenya Allah adalah keridhoan dan pertemuan dengan Rabbnya kelak. Kemudahan-kemudahan yang mereka dapatkan hanyalah bonus.
1. Sadari bahwa semua datang dari Allah
2. Semua yang Anda lakukan baik dari kecil hingga besar dengan sadar melakukannya untuk Allah (diniatkan)
3. Potensi yang Allah titipkan gunakan untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang kembali kepada Allah

Tuhan dan Hamba
Semakin dekat kondisi hati seorang hamba dengan menyadarinya tentang makna kehambaan, maka semakin mudah dan seringnya ia mendapatkan pertolongan Allah. Jadi jangan jadi orang sukses, tapi jadilah hamba yang sukses menjadi hamba, maka kesuksesan hanyalah dan adalah efek jika Allah berkenan denganmu.

2. Ikhtiar Iman, Maksimal (Enyahkan Berhala)
Hati-hati dengan adanya berhala pada keyakinan kita. Jangan sampai Anda percaya kalo nggak ada uang nggak bisa umroh, bayar hutang butuh uang, mau kerja butuh orang dalem, dll. Termasuk ikhtiar kita juga bisa jadi berhala. Kita percaya bahwa semua yang kita miliki sekarang adalah hasil kerja keras kita. Ikhtiar iman maksimal. Ikhtiarnya tetap maksimal namun hatinya tidak ke sana, melainkan ke Allah. Tawakkal seperti tawakalnya seekor burung dalam mencari makan.

Just Focus on Allah
a. Everything Comes From Allah:
semua berasal dari Allah baik ketetapan baik, maupun buruk. Ketika Allah mengizinkan sesuatu hadir dalam hidup Anda, itu demi kebaikan Anda.
b. Everything Belongs to Allah:
semua yang kita lihat adalah milik Allah.
c. Everything Dedicated to Allah:
segala apapun yang kita lakukan pastikan dilakukan sadar untuk Allah
d. Everything Controlled by Allah:
sebesar apapun masalah yang dihadapi, capaian yang seakan mustahil untuk dicapai, kita tetap tenang dan muncul optimisme tinggi karena masih dalam kontrol/genggaman Allah.
e. Everything Shall be Returned to Allah:
paham bahwa sejatinya semua akan kembali kepada Allah. Maka tidak ada lagi waktu yang sia-sia, tidak mengambil hak orang lain, tidak semena-mena kepada binatang.

Konsep Mengajak & Menitipkan
Minta ditemani Allah dalam setiap ikhtiar yang dilakukan. Sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, minta izin dulu sama Allah. Ajak Allah ke mana-mana, ngobrol terus sama Allah. Setelah meminta izin dan minta ditemani Allah adalah menitipkan segala hal baik yang kita takutkan, khawatirkan maupun hasil yang ingin dicapai kepada Allah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ketika kita menitipkan diri  kepada Allah, Allah yang akan menjaganya. Ketika kita menitipkan masalah kita ke Allah, Allah yang akan menyelesaikannya. Ketika menitipkan semua kekhawatiran kita, maka Allah akan menjaganya sehingga kita memiliki banyak waktu untuk bermesaraan dengan-Nya.

3. Husnudzon (Positive Feeling)
Berbaik sangka kepada Allah dengan positive feeling, bukan positive thingking. Perbedaannya adalah pada cara menyikapi masalah. Positive thingking ia akan mendamaikan pikirannya, sedangkan hatinya takut dan menjadi gelisah karena ada pertempuran dalam dirinya. Sementara positive feeling, ia tidak perlu menekan pikiran negatif karena hatinya sudah tenang.
a. Sering bertakafir dan mengenal Allah melalui iqra membaca Alquran dan hadist dan alam semesta
b. Dipaksa Allah dengan ditimpakan masalah, akhirnya mencapai derajat kedamaian yaitu hati total bergantung kepada Allah.
c. Sering bergaul dengan orang-orang yang mengenal Allah dan dekat dengan Allah.

4. Total Grateful (No Tendention)
Bersyukur. Akar dari kebersyukuran adalah perasaan tidak memiliki . Semua yang ada di langit dan di bumi dan di antara keduanya adalah milik Allah. Untuk menempuh state syukur caranya adalah:
a. Berdoa meminta kepada Allah untuk dibantu menjadi ahli syukur.
b. Me time dengan Allah untuk memahami dan mengakui bahwa semua milik-Nya dan semua yang ada hanyalah titipan.
c. Waspada terhadap nikmat
d. Refleksi Syukur, berfokus pada yang telah dimiliki-bukan yang belum dimiliki

Pujian. Hati-hati ketika dipuji. Sesungguhnya orang yang memujimu berlebihan sedang menggorok leher Anda di depan khalayak ramai. Karena penilaian orang lain akan membuat menjadi orang yang penuh kepalsuan belaka.

5. Buka Semua Pintu Rezeki-Nya (Beli dengan Amal)
a. Doa. Jalankan riyadhah selama 40 hari. Buktikan kesungguhan Anda benar-benar berharap kepada Allah.
b. Orang tua. Meminta maaf dan minta doa kepada keduanya sebelum Anda melakukan apapun.
c. Shalat. Pebaiki mulai dari shalat Anda.
d. Sedekah.
e. Tabungan Semesta

Penghambat PPA
Terlalu terjebak pada ikhtiar sendiri. Logika akal “nggak mungkin”. Ganjalan tisu harta dan silaturahim. Terjebak di hasil.

Hukum Keseimbangan
Batas Getar Bawah. Segala sesuatu yang kurang, Allah sudah buatkan mekanisme untuk menyeimbangkannya. Misal ingin memiliki anak, kita menggendong anak orang lain (menggetarkan batas getar bawah).
Batas Getar Atas. Sedekah yang bikin ngeri, menggetarkan hati.

Perbesar Wadah
Wadah mental, kesiapan kita jika diberi banyak oleh Allah. Apakah hati dan mentalnya siap. Apakah malah jadi sombong?
Wadah infastruktur, kesiapan aspek pendukung untuk membuat kita menjadi besar.

Demikian ringkasan dari Buku PPA. Sesungguhnya sangat banyak point penting lain dalam buku ini namun tidak mungkin saya cantumkan semua. Maka saya sarankan agar anda juga membaca versi lengkap dari buku ini. Jazakumullaah kahiran.

 

0

Pola Pertolongan Allah ~ Rezha Rhendy (1)

Siapa sih yang tidak berharap hidupnya ditolong Allah? Hidup dalam kasih sayang-Nya. Kemudahan, ketentraman, kebahagiaan hidup melingkupi diri kita, bahkan mendapatkan miracle, sesuatu hal yang tak mungkin terjadi dalam kacamata manusia. Seringkali manusia lupa akan “Kun Fayakun”, jika Allah telah berkehendak apapun bisa terjadi. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Tuhan Semesta Alam. Yang Maha Suci dan Mensucikan…

Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku (QS. Thaha: 114)

Buku ini diawali dengan kalimat menarik di bagian pembuka. Sebuah ayat alquran yang menuntun kita agar mengawali membaca dengan berdoa, memohon diberi petunjuk serta diberi tambahan ilmu dan pemahaman sehingga bisa mengambil kemanfaatan dari buku ini. Manfaat yang bisa diterapkan pada diri pribadi maupun untuk disampaikan kepada orang lain. Berikut point yang saya sarikan dari buku Pola Pertolongan Allah karya Rezha Rhendy.

instagrid_201772045435517

Berbicara dengan-Nya
Kita terlalu sering membicarakan-Nya tapi jarang berbicara dengan-Nya. Seberapa sering kita sholat? Seberapa lama kita berbicara dengan Allah? ketika berdoa saja dan itu pun hanya rapalan dzikir tanpa makna. Bahkan dzikir-dzikir yang sudah hafal di luar kepala otomatis diucapkan sehabis shalat. Nah itulah yang menjadikan shalat seperti tanpa ruh. Habis shalat tidak terasa kedekatan dengan Allah, kecuali perasaan lega telah tunainya sebuah kewajiban. Pun dengan doa dan harapan yang kita panjatkan. Apakah kita sudah pernah menyampaikan kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, penuh antusias? seperti seorang anak kecil yang merayu dan mengiba kepada ibunya, dengan rengekan bahkan airmata?

Ternyata di situlah letak kesalahan pemahaman tentang hubungan manusia dengan Allah. Sementara Allah berfirman bahwa Allah senang pada hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Allah Senang lho jika dicurhati. Seorang ustadz favorit saya, ustadz Yusuf Mansur, juga mencontohkan agar kita selalu curhat ke Allah, bicara pada Allah. Mintalah apa-apa ke Allah, ceritalah apa-apa ke Allah dengan detail. Baik untuk hal kecil urusan dunia maupun hal besar sampai ke urusan akhirat. Selama ini kita merasa bahwa apa-apa yang boleh kita doakan hanya urusan akhirat. Minta syurga, minta jodoh, minta rizki. Itu salah besar, kawan! Kita boleh, bahkan harus minta apa-apa ke Allah, bahkan minta garam sekalipun. Saat kita makan, kita dapat dari mana? apakah dari ibu/istri yang masakin? dari warung makan/restoran? Itu dari Allah.

Masalah Bukan untuk Diselesaikan
Maha Suci Allah dari sifat iseng, lalai dan main-main. Allah memberikan masalah kepada kita, bukan tanpa tujuan.  Allah itu sangat mencintai kita sehingga diberikanlah kita masalah. Lalu apakah untuk diselesaikan? Masalah bukan untuk diselesaikan tetapi untuk dicari pesan cinta-Nya.

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (al-anam:95)

Terkadang Allah sengaja memendam kita dengan gelapnya hidup, pengabnya masalah, minimnya bantuan, sempitnya jalan agar hati ini bisa hidup dan mengenal Rabbnya.

Total Bergantung= Dipenuhi
Seorang bayi yang berada di kandungan hidupnya dijamin oleh Allah melalui sang ibu. Siti Maryam yang sehari-harinya berkhidmat di Baitul Maqdis untuk beribadah, Nabi Zakaria selalu menemukan makanan di sisinya (QS. Al-Imran: 37).

Ketika kita dihadapkan pada masalah menjadi takut, deg-degan, khawatir dsb, itu karena anda bergantung pada makhluk. Maka gantungkanlah harap kepada yang menguasai semuanya yaitu Allah. Total menggantungkan hati ke Allah disertai dengan ikhtiar maksimal.

Total bergantung berbeda dengan menyerah:
1. Total bergantung dilakukan dengan kesadaran dan kenyakinan penuh kepada Allah.
2. Hati menjadi damai karena paham akan kekuasaan Allah meliputi segala hal dan ketika ingin menyelesaikan sesuatu butuhnya hanya Allah.

Goal atau pencapaian doa bukanlah terwujudnya keinginan melainkan terciptanya perasaan hina dan butuh. Berdoalah karena ingin dekat dengan-Nya, berdoalah sebagai wujud rasa syukur pada-Nya, berdoalah karena tak ingin jauh dari-Nya… berdoalah dengan perasaan hina dan butuh kepada-Nya. Dan terwujudnya keinginan hanyalah sebuah bonus.

Wipper
Jika akar dari masalah Anda saat ini karena adzab, maka segeralah melakukan taubatan nasuha dengan sungguh-sungguh. Akar masalah dalam hidup bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu: Adzab atau Ujian. Allah mengadzab ketika melakukan salah atau lupa kepada-Nya karena terlalu sayang. Jika tidak mungkin manusia akan dibiarkan.

Lihatlah Cahaya-Nya

“Alam semesta itu seluruhnya gelap gulita. Ia hanya akan diterangi oleh wujud Allah. Barang siapa melihat alam, namun tidak melihat-Nya di sana atau tidak melihat-Nya ketika, sebelum atau sesudah melihat alam ini, berarti dia telah disilaukan oleh cahaya-cahaya lain dan terhalang dari “matahari” makrifat, karena tertutup tebalnya awan dunia.” -Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam

Alam semesta ini bisa terlihat karena adanya cahaya Allah (kasih sayang Allah). Begitupun dengan masalah, ia dapat terlihat karena Allah yang mengizinkan Anda mellihat masalah Anda. Namun jika Anda hanya dapat melihat masalah namun tidak menyadari kehadiran Allah di dalam masalah tersebut, maka siap-siap stres! 😦

20:80
Ketika tangan Anda memegang sebuah pulpen, kemudian anda lepaskan pegangan jari Anda. Apa yang akan terjadi? jatuh.
Karena Gravitasi (Sunatullah) + Dilepas (Action) = Pulpen Jatuh (Hasil).
Jika dipersentase menjadi Hasil = Action (20%) + Sunatullaah (80%). Nah dalam PPA yang difokuskan adalah pada bagian 80% yang merupakan ketetapan Allah. Fokus pada menuruti aturan-aturan dan petunjuk-Nya.

The Past is The Key of Future
Anda dapat menyelesaikan masalah Anda hari ini dan ke depan nanti dengan cara melihat pola-pola sebelumnya yang terjadi dalam hidup Anda. Bagaimana polanya, ingat pelajaranya, kemudian praktekkan.
Kita bisa melihat dari buku panduan praktis, jitu dan solutif yaitu Al-Quran. Membaca al-quran dengan artinya lebih dalam.

Hukum Engtanglement (Keterhubungan)
Fitrah dari keberadaan adalah ketiadaan. Dan fitrah dari ketiadaan adalah keberadaan. Jika Anda berpikir adalah seorang penting, merasa hebat, kuat, berada, berilmu dan kahirnya menyombongkan diri. Maka seketika orang yang melihat Anda akan merasa Anda bukan siapa-siapa. Sebaliknya jika Anda merasa bukan siapa-siapa. Semua milik-Nya dan akan kembali pada-Nya, maka secara refleks tindak-tanduk Anda akan santun dan ramah, suka senyum, membuat orang nyaman dsb, orang akan melihat Anda sebagai orang yang tawadhu.

Pencari Zakat
Bagaimana caranya agar menjadi orang yang berhak mendapat zakat (pertolongan) dari Allah?

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin (QS. At Taubah: 60)

Orang yang merasa bisa menyelesaikan masalah tanpan bantuan Allah maka masalahnya akan relatif makin sulit selesai bahkan bertambah buruk. Barulah ketika mulai merasa nothing di hadapan Allah, keajaiban menghampirinya.

Tampakkan sifat-sifatmu, niscaya Dia akan membantumu dengan sifat-sifat-Nya. Tampakkan kehinaanmu, niscaya Dia membantumu dengan kemulian-Nya. Tampakkan kelemahanmu, niscaya Dia membantumu dengan kekuasaan-Nya. Tampakkan ketidakberdayaanmu, niscaya Dia membantu dengan daya dan kekuatan-Nya. -Ibnu Atha’illah al-Iskandari-

Hikmah Engtanglement
1. Kebaikan untuk Diri Sendiri
Saya, teman anda, orang tua, tetangga, guru, murid, rekan bisnis dan semua hal terlihat secara mata terpisah. Namun sejatinya kita semua tidak pernah terpisah. Kita berasal dari satu sumber yaitu Nabi Adam As. Ketika kita melakukan kejahatan kepada seseorang sebenarnya kita sedang menjahati diri kita sendiri, begitu juga sebaliknya ketika kita melakukan kebaikan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri sendiri.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, …. (QS. Al Isra:7)

Salah satu cara agar keinginan kita segera dikabulkan adalah mendoakan orang lain yang memiliki keinginan yang sama. Mendoakan orang lain dengan tulus, tanpa orang tersebut perlu mengetahui. Semakin banyak yang kita doakan, semakin banyak efek doa itu balik kepada diri kita.

2. Lingkungan
Lingkungan juga berpengaruh terhadap pola berpikir anda, kebijaksanaan, pola rasa, bahkan finansial Anda. Agama pun demikian. Jurus jitu untuk mengubah hidup adalah mendekat pada orang yang lebih di atas Anda dalam hal agama, finansial, ketauhidan, kemampuan dll.

Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

3. Tabungan Semesta
Semakin banyak melakukan kebaikan, maka kebaikan yang kita terima juga semakin banyak. Namun jika kita melakukan keburukan, maka tabungan kebaikan akan semakin berkurang. “Saya sudah sholat, sedekah, puasa, baca quran, tahajud dll tapi hidup saya belum berubah tuh?” Yang menjadi salah satu penyebabnya adalah karena Anda STMJ. Sholat tetap maksiat jalan, astaghfitullaah.

“Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Ganjelan Tisu Silaturahim
Ada dua hal yang menghambat anda maju. Yang pertama adalah ganjelan tisu silaturahim.
Tulis nama-nama orang di hidup Anda yang ketika mengingat orang tersebut muncul perasaan tidak nyaman, marah, dendam, benci, sakit hati, dsb (ganjel di hati). Cara melepaskannya adalah ucapkan tiga kata sakti ini kepada mereka dengan tulus: Iam sorry, thankyou, i love you. Jika masih bisa ditemui temuilah. Jika tidak, telepon, sms dll. Jika tidak bisa juga, titip sama Allah.

Ganjelan Tisu Harta
Terkait dengan utang piutang. Jika anda punya hutang, jagalah silaturahim yang baik dengan beliau, meskipun Anda belum memiliki kemampuan untuk membayarnya. Jika Anda memiliki piutang, berilah tangguh sampai berkelapangan atau menyedekahkan sebagian atau seluruh piutang itu jauh lebih baik (Al Baqarah: 280).

Deliberate Intention (Niat yang Disengaja)
Niat ikhlas pasrah, bukan niat dengan ngotot. Saat anda berniat ngotot, secara tidak sadar sedang menggunakan EGO (Edging God Out ) mengesampingkan Allah. Jadi memohn dan berikhtiarlah tapi biarlah Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk kita. Jangan sampai keinginan kita diberikan karena memaksa, namun buruk bagi kita. Jadilah Peaceful Fighter di mana tenang di dalam hatinya, namun di luar berjuang sepenuh tenaga dan berusaha maksimal.

to be continued to 5 Point PPA ~Rezha Rhendy (2)

0

Talent Mapping

Pas pertama masuk ruang workshop, agak heran ternyata pembicaranya adalah seorang pria separuh baya atau bisa dibilang sudah kakek-kakek. Gaya bicaranya juga biasa saja, cenderung menyampaikan dengan gaya datar, seperti seseorang yang terbiasa memimpin forum serius/meeting. Ternyata benar. Abah Rama Royani, penemu Talent Mapping Indonesia ini ternyata mantan direktur di beberapa perusahaan besar. Beliau resign setelah mengetahui bakatnya bukan di bidang itu! Wow!

87% mahasiswa Indonesia salah jurusan ~Rachmad F.H
(Okezone, 25 Februari 2014).

Masing-masing manusia mempunyai jalur sukses sendiri-sendiri. Mencontoh orang lain yang sukses di bidangnya adalah sebuah kesalahan besar.  Itulah yang terjadi pada pola pendidikan masa lampau. Ada sebuah doktrin yang beredar di masyakarat, jadilah PNS, dokter, pilot, dan lain-lain karena pekerjaan itu dianggap membuat hidup di masa depan menjadi sukses dan terjamin kesejahteraannya. Dan akhirnya banyak yang kemudian memilih jurusan kuliah berdasarkan persepsi tersebut, bukan berdasarkan bakat yang dimiliki.

Ketika masuk ke dunia kerja, mulailah terasa tidak enjoy dengan pekerjaan yang memang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya tersebut. Jadilah kemudian bekerja seperti mesin. Bekerja hanya untuk mendapatkan kepuasan materi. Namun sebenarnya batinnya tersiksa. Tidak ada cinta. Tidak ada passion di sana. Orang-orang seperti ini biasanya hidupnya sering dilanda stress, yang lama kelamaan membawanya jatuh sakit. Pada akhirnya masa tua yang seharusnya bisa dinikmati bersama keluarga, dihabiskan dengan kehidupan di rumah sakit. Apakah ini terlalu berlebihan? Tidak, inilah fakta yang terjadi di sekeliling kita.

Allah menciptakan manusia di bumi sebagai khalifah atau utusan. Di bumi banyak sekali aktivitas dan masing-masing manusia mempunyai tugas yang diemban. Nah tugas itu akan bisa dikerjakan dengan maksimal jika manusia bekerja dengan hatinya. Pernahkah Anda jatuh cinta? Bukankah Anda bisa begitu bersemangat melakukan banyak hal ketika jatuh cinta? Bahkan bisa melakukan yang lebih dari orang lain. Lalu bagaimana kita bisa menemukan passion kita di mana? berdasarkan bakat yang telah Allah karuniakan.

Setiap manusia itu unik, Allah telah membekali dengan keunikan (bakat) yang berbeda satu dengan yang lainnya. Gali bakat unik pemberian Allah, lalu lakukan tugas sesuai keunikan yang kita miliki, begitu pesan Abah Rama. Tugas adalah alasan keberadaan. Apakah kita dibutuhkan itu alasan keberadaan kita. Jika tidak ada yang membutuhkan kita, berarti kita sudah tidak ada ada.

Lalu, lebih penting mana bakat atau kerja keras?
Untuk sukses kita perlu tahu definisi sukses.
Dan jika sudah tahu definisi sukses kita juga perlu tahu:
– cara untuk sukses
– jalan untuk sukses
Kira-kira cara dan jalan itu sama atau berbeda?
Apa itu dan mengapa?
Kalau kita bisa menjawab sampai sini, makin jelas jalan menuju sukses.
Semoga ga tambah puyeng 😀

Tidak ada kata terlambat. Abah Rama baru menemukan bakatnya di usia 59 tahun. Beliau selama 30 tahun menjadi direktur, dan kemudian sadar bahwa bakat beliau bukan di situ. Selama 30 tahun beliau mendapatkan banyak materi (gaji besar). Hasil kerja bagus, karena punya team, tapi beliau tidak merasa nyaman. Itulah ciri-ciri orang yang bekerja tidak sesuai bakat. Hasil bisa jadi tetap produktif, tetapi tidak suka/tidak nyaman.

Hingga akhirnya Abah Rama mengenali 7 bakat dominan dan membuat formula talent mapping ini. Beliau merasa ini adalah panggilan Tuhan, bahwa setiap kita diciptakan agar bermanfaat untuk banyak orang.

Nah, sudahkah Anda mengenali siapa diri Anda sendiri dan menemukan bakat Anda?
Jika belum, tidak ada salahnya Anda mencoba test Talent Mapping atau test bakat lainnya.

Laman Talent Mapping http://temubakat.com/id/

Salam semangat!

 

0

Inpiring Journey (2)

Day 3 (Sabtu, 4 Maret 2017)
Museum Maritim Malaka
Di hari yang ke-tiga ini kami berkunjung ke Malaka. Pertama kami ke Museum Maritim Malaka. Yup museum yang berhubungan dengan laut dan pelayaran ini memiliki bentuk yang unik, yakni berbentuk kapal yang besar. Selayaknya kapal yang sesungguhnya. Di tepi museum juga terdapat sungai yang cukup lebar, berair jernih. Di dalam kapal ini kami melihat berbagai hal yang berhubungan dengan sejarah pelayaran Malaka. Bentuk museum yang unik, membuat kami tak puas dalam berfotoria. Cheest!

Museum Kesultanan Malaka
Tak jauh dari Museum Maritim, kami berjalan kaki menuju ke Museum Kesultanan Malaka. Museum ini berbentuk rumah melayu, dengan ornamen seluruhnya terbuat dari kayu. Di dalamnya berisi sejarah Kesultanan Malaka, cukup luas dan lengkap. Terdapat pula diorama peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Kesultanan Malaka. Cucok untuk budak-budak yang masih bersekolah la… 🙂

Benteng Malaka
Setelah mengunjungi dua museum kami menuju sebuah benteng, namanya Benteng A Formusa Malaka atau Benteng Malaka. Untuk menuju ke sana cukup menguras energi. Pasalnya selain berjalan kaki lumayan jauh dari museum sebelumnya, kami juga harus melewati ratusan anak tangga. Hosh.. hosh… Untung pakai sandal gunung (pastikan anda memakai alas kaki yang nyaman jika ke sini). Sampai di atas, wow bentengnya eksotik banget. Nampak asli peninggalan jaman dulu. Kesan pertama saya, sekilas hampir mirip sama taman sari. Di dalamnya terdapat beberapa batu raksasa bertuliskan aksara kuno, yang saya tidak tahu artinya. Di sana juga terdapat penjual cenderamata berupa uang kuno, poto-poto kuno dan sebangsanya yang kekunoan pokoknya yang berkaitan dengan benteng ini. Pengen beli, tapi mengingat posisi sebagai turis dengan ringgit terbatas, jadi ya cukup melihat saja, wkwkw…

Masjid Malaka
Masjid Malaka, masjid cantik pinggir laut (Selat Malaka). Pas masuk ke gerbang langsung merasa ini masjidnya nyaman banget, kayak bukan masjid, tapi berkesan taman. Bersih dan rapi juga indah. Pas masuk ternyata memang beneran nyaman. Karena pinggir laut jadi langsung berhembus angin sepoi-sepoi gitu. Setelah sholat kami berdiam sejenak mensyukuri nikmat hari ini, alhamdulillaah kami juga sehat semua. Oya kita bisa sholat sunnah apa aja ketika berkunjung ke masjid. Jika kita datang bukan ketika waktu sholat tiba. Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas untuk berdoa di masjid saat kita melakukan perjalanan. Insya Allah doa orang yang safar itu makbul.

Day 4 (Ahad, 5 Maret 2017)
Petrosains dan KLCC
Hari ke-empat, kami dipandu oleh tour guide lokal. Kak Ain menjemput kami ke hotel lalu kami berjalan kaki ke stasiun kereta listrik. Hanya beberapa menit saja, cukup dekat. Beli tiketnya melalui mesin lalu kami mendapatkan tiket berupa koin plastik untuk masuk ke stasiun. Setelah naik beberapa lantai kami menuju ke kereta listrik, stasiun Gombak. Keretanya sangat cepat. Hanya sekejap kami sudah sampai di Masjid Jameek. Kami turun dan menuju KLCC. Tidak lupa berpoto di Twin Tower, menara kembar yang fenomenal itu. Pas di sini kita membutuhkan tambahan aksesoris camera supaya hasil fotonya utuh. Ada yang menyewakan maupun menjual di sana, tapi tentu mahal. Saran, bawalah dari Indonesia saja.

Setelah dari sana kami ke Petrosains. Ini tempat keren banget dan saya sangat suka. Isinya ilmu-ilmu science yang ditampilkan dalam permainan menarik dan atraktif. Bagus pokoknya. Banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya ada di sana hehe. Di dalamnya kami juga mempelajari proses pengolahan tambang minyak di petronas oil. Ada percobaan oleh ilmuwan secara on air, masuk ke bioskop, sampai mencoba berbagai permainan untuk anak-anak maupun dewasa. Nggak ada puasnya berada di dalamnya.

Genting Highland
Setelah naik bus cukup lama, kami sampai di Genting Highland, lebih tepatnya stasiun kereta gantung Sky Avenue. Di sana kami naik kereta gantung yang disebut Gondola. Seperti apa itu? Bentuknya sih gak jauh beda sama kereta gantung yang ada di Indonesia. Satu gondola diisi sekitar 10 orang. Dulu konon warna Gondola itu berwarna warni, sekarang semua Gondola memiliki warna yang seragam yaitu merah marun (warna cantik ini banyak digunakan di Malaysia). Pertama kali naik wush… wush… deg-degan juga sih pas melewati jurang menganga yang dalam atau terbang di atas gedung-gedung bertingkat. Dan hujan rintik yang turun semakin menambah syahdu suasana dalam Gondola, cucok buat berkontemplasi. Alhamdulillaah asyik, seru. Tahu-tahu sudah kembali ke Sky Avenue. Yah… kurang lama 🙂

Toko Teh Tarik
Dari Genting Highland bus kami berhenti di sebuah toko oleh-oleh. Konon di situ pusat teh tarik yang enak. Sampai di sana bukan teh tarik yang diborong anak-anak SMP, melainkan Kerupuk Muruku. Kerupuk dengan kemasan snack kecil-kecil kayak snacknya balita itu memang rasanya enak (ada berbagai macam rasa). Katanya sih itu oleh-oleh khas Malaysia. Orang Indonesia yang ke Malaysia pada beli itu. Apalagi ini snack harganya murah pisan. Seplastik dapat banyak gitu hehe. Kami semua pun tergiur iklan tak diundang itu dengan sukarela, haha. Apalagi pas tahu toko ini menerima pembayaran dengan uang rupiah, wah.. wah… seperti nemu air di padang pasir, menyejukkan 😀

Day 5 (Senin, 6 Maret 2017)
Museum Seni Islam Internasional Malaysia
Tidak terasa sudah mau meninggalkan Malaysia. Di hari ke-lima ini awalnya kami akan berkunjung ke sebuah sekolah. Namun karena izin yang tak jua terkantongi, akhirnya kunjungan ke sekolah tersebut dibatalkan. Kemudian kunjungan dialihkan ke Museum Seni Islam Internasional Malaysia. Ternyata letak museumnya itu berseberangan dengan Masjid Negara, masjid yang kami gunakan sebagai tempat transit sehari-hari. Museumnya megah, luas dan isinya sangat wah. Museum ini berisi berbagai sejarah ilmuwan muslim internasional, seni islam, sejarah peradaban islam dunia. Ada beberapa lantai. Namun saya tidak masuk ke semua lantai. Di museum ini juga terdapat toko berbagai kerajinan/hasil Seni Islam Internasional.

Pabrik Coklat
Chocolate Kingdom. Yeay… kami berkunjung ke pabrik coklat. Saya kira kami akan melihat proses pembuatan coklat seperti apa. Ternyata kami hanya masuk ke ruangan-ruangan tempat coklat-coklat itu dipajang. Banyak banget ruangan dan coklatnya. Ada berbagai macam bentuk dan rasa coklat. Tinggal mau pilih yang seperti apa, dengan harga berapa… Dari yang murah sampai yang termahal ada. Mau icip-icip doang, testernya juga ada. Dalam sekejap istana coklat ini sudah penuh dengan pengunjung dari mana-mana. So, jadi gak nyaman lagi berlama-lama di sini, dan ternyata saya jadi rombongan LHI yang terakhir meninggalkan istana, wkwk duh…

Belanja Oleh-oleh
Saatnya tiba, belanja oleh-oleh. Bus kami berhenti di sebuah toko oleh-oleh. No coment dari panitia, mungkin artinya kita tidak disarankan belanja di sini, hehe. Ini sepertinya semacam kerjasama kru bus dengan tempat oleh-oleh saja. Dan memang harga barangnya biasa saja, cenderung mahal serta harga pas, tidak bisa ditawar. Meskipun demikian, tidak sedikit siswa SMP yang belanja di sana. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat belanja oleh-oleh yang sebenarnya, yaitu Pasar Seni Kuala Lumpur. Pasarnya semacam bringharjo gitu, bisalah kita tawar sedikit. Lumayan, alhamdulillaah dapat harga sedikit lebih murah. Kita cukup lama berada di sini. Jalan-jalan keliling dan juga beli makanan. Cuma pas di sini saya gak doyan makan siang yang dijual, berlemak semua gitu, hehe.

Day 6 (Selasa, 7 Maret 2017)
Hari terakhir di Malaysia. Setelah jam 8 pagi check out hotel, kami kemudian mampir ke Putra Jaya (Pusat Pemerintahan Malaysia). Berpoto di Dataran Merdeka dan mampir juga ke Masjid Putra. Masjid Putra ini indah banget juga luas. Untuk menuju ke tempat sholat wanita dari ruang wudhu, kami harus memakai lift. Setelah dari Masjid Putra kami menuju Bandara dan terbang menuju Indonesia tercinta. I Love Indonesia :-).

Nantikan cerita saya berikutnya, menjelajah bumi Allah yang lain… insya Allah.
Berjalanlah karena Allah… Karena dalam perjalanan ada hikmah.